Merebaknya kasus flu burung di Samarinda
Gaffar:Pemkot Harus Bertindak Cepat
Samarinda, Poskota Kaltim
Wabah flu burung di Samarinda mulai merebak. Hingga kemarin, telah mencapai ribuan ekor ayam yang mati mendadak. Namun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum kunjung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Alasannya, dalam memberikan status KLB hanyalah kewenangan dari Pemerintah Provinsi (pemprov). "Penyebarannya sudah semakin meluas, dan Pemkot harus begerak cepat dan tidak harus menunggu ada korban manusia baru mengatasinya. Dan jika memungkinkan harus ditangani layaknya KLB"ujar anggota Komisi IV DPRD Samarinda, H Jafar Abdul Gaffar kepada Poskota Kaltim, Jumat (15/6) kemarin.
Politisi dari Partai Golkar asal pemilihan Samarinda Seberang ini juga berharap, agar instansi teknis seperti halnya Kantor Peternakan (Kanpernak) harus melakukan langkah-langkah konkret, diantaranya menggencarkan sosialisasi soal penanganan flu burung, misalnya memberitahukan kepada masyarakat tentang ciri-ciri unggas yang terserang Flu Burung. Demikian halnya upaya penanganan unggas yang terserang virus Avian Influenza. "Coba lebih gencarkan lagi sosialisasi agar masyarakat makin paham dan tidak resah. Jangan sampai sudah ada korban baru kerepotan. Karen ini firus mematikan dan bisa menjangkiti manusia. Dan jika melihat kondisinya di Samarinda, sebaiknya status Flu Burung di Samarinda ditetapkan sebagai KLB lokal (berlaku di Samarinda),"sebutnya
Lanjutnya, jika dalam menangani Flu Burung tersebut Pemkot, terutama dalam menetapkan KLB terlebih dahulu menunggu keputusan Pemprov, bisa saja demikian. Akan tetapi, Pemkot diharapkan bisa berinisiatif untuk menentukan status terhadap kondisi kasus flu burung tersebut."Kasus yang terjadi di Samarinda bisa dikatakan lebih parah dibanding daerah lain di Kaltim. Kalau tolak ukurnya seluruh daerah di 13 Kabupaten/Kota di Kaltim yang terserang baru dinyatakan KLB, tentu akan riskan. Karena Samarinda sendiri sudah meluas, jadi saya berharap penanganan Flu Burung di Samarinda dilakukan layaknya dalam kategori KLB. Tujuannya adalah agar virusnya tidak makin meluas dan jangan sampai ada warga yang terkena virus itu,"tandasnya.
Demikian juga kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK), agar segera mengantisipasi pelayanan disetiap unit-unit Puskesmas jika sewaktu-waktu virus flu burung menjangkiti manusia. "DKK juga harus lakukan persiapan, seperti bagaiman segera mengantisipasi di Puskesmas. Ini jangan dianggap sepele, karena yang saya tahu belum ada obatnya,"pungkas Gaffar. (her)
Politisi dari Partai Golkar asal pemilihan Samarinda Seberang ini juga berharap, agar instansi teknis seperti halnya Kantor Peternakan (Kanpernak) harus melakukan langkah-langkah konkret, diantaranya menggencarkan sosialisasi soal penanganan flu burung, misalnya memberitahukan kepada masyarakat tentang ciri-ciri unggas yang terserang Flu Burung. Demikian halnya upaya penanganan unggas yang terserang virus Avian Influenza. "Coba lebih gencarkan lagi sosialisasi agar masyarakat makin paham dan tidak resah. Jangan sampai sudah ada korban baru kerepotan. Karen ini firus mematikan dan bisa menjangkiti manusia. Dan jika melihat kondisinya di Samarinda, sebaiknya status Flu Burung di Samarinda ditetapkan sebagai KLB lokal (berlaku di Samarinda),"sebutnya
Lanjutnya, jika dalam menangani Flu Burung tersebut Pemkot, terutama dalam menetapkan KLB terlebih dahulu menunggu keputusan Pemprov, bisa saja demikian. Akan tetapi, Pemkot diharapkan bisa berinisiatif untuk menentukan status terhadap kondisi kasus flu burung tersebut."Kasus yang terjadi di Samarinda bisa dikatakan lebih parah dibanding daerah lain di Kaltim. Kalau tolak ukurnya seluruh daerah di 13 Kabupaten/Kota di Kaltim yang terserang baru dinyatakan KLB, tentu akan riskan. Karena Samarinda sendiri sudah meluas, jadi saya berharap penanganan Flu Burung di Samarinda dilakukan layaknya dalam kategori KLB. Tujuannya adalah agar virusnya tidak makin meluas dan jangan sampai ada warga yang terkena virus itu,"tandasnya.
Demikian juga kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK), agar segera mengantisipasi pelayanan disetiap unit-unit Puskesmas jika sewaktu-waktu virus flu burung menjangkiti manusia. "DKK juga harus lakukan persiapan, seperti bagaiman segera mengantisipasi di Puskesmas. Ini jangan dianggap sepele, karena yang saya tahu belum ada obatnya,"pungkas Gaffar. (her)
Sejumlah Anggota BK DPRD Samarinda Bakal Diganti
Samarinda, Poskota Kaltim
Rencana perubahan struktur anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Samarinda yang masa tugasnya berakhir pada akhir Juni ini, sebagaimana yang diatur dalam tata tertib (tatib) Dewan yakni harus dilakukannya penggantian angota BK setelah dua setengah tahun bertugas. Sejumlah Fraksi pun menegaskan akan melakukan penggantian anggotanya disalah satu alat kelengkapan Dewan tersebut.
Bahkan sejumlah petinggi Fraksi-fraksi di DPRD Kota Samarinda mengakui telah melakukan persiapan untuk menjalankan proses pergantian keanggotaan BK. Dari lima fraksi yang saat ini mempunyai wakil di BK, dua diantaranya sudah memastikan akan melakukan pergantian. Yakni Fraksi PDIP dan Fraksi PAN. Menurut Ketua Fraksi PAN, Agussalim kepada Poskota Kaltim, Jum'at (15/6) kemarin mengatakan jika posisinya di BK saat ini akan digantikan oleh Dwiyanto Purnomosidhi. "Kami sudah mengirim surat ke pimpinan Dewan untuk melakukan pergantian anggota BK dari PAN. Saya akan digantikan Dwiyanto,"ujarnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris DPC PDIP Kota Samarinda yang juga anggota fraksi PDIP Blasius Watu terkait rencana pergantian anggota BK dari fraksinya, juga memastikan jika anggota BK dari Fraksi PDIP akan mengalami perubahan. "Kalau dari PDIP, kemungkinan yang akan menempati posisi di BK yakni pak Untung yang akan menggantikan pak Sugiono, dan kita juga sudah persiapakan soal siapa kader kita yang akan duduku di BK untuk periode selanjutnya,"kata Blasius kemarin.
Ketika dikonfirmasi media ini, Anggota BK dari Fraksi PDIP, Sugiono tidak membantah soal penggantian dirinya dari BK. Bahkan ia mengakui jika pergantian dirinya merupakan permintaannya sendiri dengan alasan untuk memberikan kesemptan kepada kader lainnya. "Betul, saya sendiri yang memang minta diganti. Untuk memberi kesempatan kepada yang lainnya untuk duduk di BK," ujar Sugiono sambil berlalu. (her)
Bahkan sejumlah petinggi Fraksi-fraksi di DPRD Kota Samarinda mengakui telah melakukan persiapan untuk menjalankan proses pergantian keanggotaan BK. Dari lima fraksi yang saat ini mempunyai wakil di BK, dua diantaranya sudah memastikan akan melakukan pergantian. Yakni Fraksi PDIP dan Fraksi PAN. Menurut Ketua Fraksi PAN, Agussalim kepada Poskota Kaltim, Jum'at (15/6) kemarin mengatakan jika posisinya di BK saat ini akan digantikan oleh Dwiyanto Purnomosidhi. "Kami sudah mengirim surat ke pimpinan Dewan untuk melakukan pergantian anggota BK dari PAN. Saya akan digantikan Dwiyanto,"ujarnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris DPC PDIP Kota Samarinda yang juga anggota fraksi PDIP Blasius Watu terkait rencana pergantian anggota BK dari fraksinya, juga memastikan jika anggota BK dari Fraksi PDIP akan mengalami perubahan. "Kalau dari PDIP, kemungkinan yang akan menempati posisi di BK yakni pak Untung yang akan menggantikan pak Sugiono, dan kita juga sudah persiapakan soal siapa kader kita yang akan duduku di BK untuk periode selanjutnya,"kata Blasius kemarin.
Ketika dikonfirmasi media ini, Anggota BK dari Fraksi PDIP, Sugiono tidak membantah soal penggantian dirinya dari BK. Bahkan ia mengakui jika pergantian dirinya merupakan permintaannya sendiri dengan alasan untuk memberikan kesemptan kepada kader lainnya. "Betul, saya sendiri yang memang minta diganti. Untuk memberi kesempatan kepada yang lainnya untuk duduk di BK," ujar Sugiono sambil berlalu. (her)